Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Pembangunan Jalur Lintas Selatan Terkendala Pembebasan Tanah

Posted by handayaaji pada Agustus 25, 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta:PACITAN – Walaupun pembangunan fisik jalan disepanjang pesisir Pantai Selatan, Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sudah mulai dikerjakan, namun persoalan pembebasan tanah disejumlah tempat di wilayah setempat masih menjadi kendala.

“Warga di dua desa masih mempertahankan tanahnya hingga ada harga yang pantas,” kata Anggota Komisi Pendidikan dan Kesejahteraan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan, Handoyo Aji yang selama ini melakukan pendampingan ke warga, pada Selasa (17/6).

Ia mengatakan hingga kini masih terdapat sekitar 20 keluarga korban penggusuran JLS di Desa Kayen, Kecamatan Pacitan, dan di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan yang tidak bersedia menjual tanahnya. Harga yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Pacitan terlalu rendahnya,” ujarnya.

Untuk tanah di Jetak, dihargai Rp 15 ribu per meter, sedangkan di Kayen hanya dihargai Rp 30 ribu per meter. Padahal standar harga di wilayah Jetak adalah Rp 50 ribu per meter, dan Rp 200 ribu di wilayah Kayen. Anggota dewan dari Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) ini mengatakan, selama ini Pemkab Pacitan cenderung memaksa warga untuk bersedia membebaskan tanah untuk pembangunan jalur yang melintas dari Wonogiri – Pacitan – Trenggalek – Tulungagung – Blitar – Malang – Lumajang – Jember hingga Banyuwangi ini.

“Warga korban penggusuran diancam akan digugat ke pengadilan jika tidak bersedia menjual tanahnya,” katanya.

Kepala Bagian Pemerintahan, Pemkab Pacitan, Sanyoto mengatakan tidak bersedia menegoisasikan kembali harga tanah. “Warga dan Pemkab telah melalui tahapan yang panjang untuk menentukan harga,” katanya. Perubahan harga akan menimbulkan kecemburuan warga lainnya yang sudah bersedia menjual tanahnya. Daerah yang terkena proyek JLS yakni bagian barat ruas Glonggong – Pacitan sepanjang 40.517 kilometer, serta bagian timur ruas Panggul – Hadiwarno, 16 km. Selain itu, sepanjang 29.05 kilometer jalur Pacitan – Kayen – Hadiwarno, dengan pembebasan lahan sekitar 9 kilometer. Adapun panjang JLS yang melintas di Pacitan adalah 82,7 kilometer. Hingga kini yang belum dibebaskan sekitar 31,75 kilometer. DINI MAWUNTYAS
Selasa, 17 Juni 2008 | 18:38 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: