Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Kasus Handaya Aji, Dominan Faktor Politik

Posted by handayaaji pada Agustus 27, 2010

Penetapan status Handaya Aji, wakil ketua DPRD Pacitan Jatim sebagai tersangka kasus penggelapan cukup sumir. Betapa tidak, dari pengakuan tersangka pasca pemberkasan di Mapolres Pacitan, terdapat pengakuan yang mengejutkan dari salah satu pengawas penyidik, Sujarno. Ketika ditanyakan motif penetapan Yoyok – begitu Handaya Aji biasa dipanggil-, Sujarno mengatakan bahwa motif politis lebih mendominasi.

<>
Lalu, motif apakah gerangan yang ada di balik penahanan ini ? Dari hasil penyelidikan independen yang dilakukan penulis, ternyata aktivitas Yoyok sehari-hari sebagai wakil rakyat dalam mendampingi masyarakat cukup unik dan kontras. Unik dan kontras karena berani tampil berbeda dengan legislator yang lain. Manakala terdapat hal-hal yang memberatkan masyarakat, Yoyok sangat ringan tangan membantu menyelesaikan masalah tersebut. Sebutlah kasus pembebasan lahan di Jalur Lintas Selata (JLS) yang hingga kini masih menyisakan desa Jetak kecamatan Tulakan. Masyarakat yang merasa belum mendapatkan penggantian lahan yang layak, meminta pendampingan dari Yoyok untuk kasus ini.

Bahkan, beberapa kejadian yang cukup ekstrim dan unik terjadi di sini. Ketika lahan masyarakat yang belum berhasil dibebaskan tersebut didatangi 2 excavator, warga beramai-ramai mencegah pengemudi excavator untuk bertindak. Bahkan excavator tersebut diusir dengan diarak sekitar 4 km keluar dari desa Jetak. Yang ekstrim, para warga bersama-sama menariknya dengan pelepah pisang yang disambung-sambung. Hal ini ternyata menjadi tayangan media nasional.

Di lain hari, manakala dikirim satu buah excavator, sopirnya ditangkap dan dibawa ke Polsek Tulakan dan dilaporkan dengan tuduhan melakukan perusakan lahan. Warga yang meminta bukti laporpun dihalangi oleh kapolsek yang kebingungan. Akhirnya Kapolres turun tangan, dan sempat ada ancaman kepada Yoyok yang mendampingi warga. “Kamu akan saya kasuskan dalam masalah koperasi”, begitu kira-kira ucap perwira polres pacitan yang menelpon Yoyok.

Fakta politis lainnya, ketika Yoyok disodori berkas BAP yang sudah berstatus P-21, di bawah berkas tersebut bertuliskan “Apakah Layak Diteruskan Ke Pengadilan ?”

Jadi, dari beberapa bukti tersebut dapat diketahui motif awal untuk mengkasuskan Yoyok, lebih bermodus politis, sebagai pesanan dari eksekutif yang merasa terganggu dengan pendampingan terhadap warga. Kini, warga menunggu, apakah figur-figur yang berani mendampingi mereka akan disalahkan dan dipenjara karena sikap kritisnya ? Hanya bupati dan jajarannya yang bisa menjawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: