Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

DPRD PACITAN TUNDA DIALOG BAHAS PENCEMARAN

Posted by handayaaji pada September 1, 2010

DPRD PACITAN TUNDA DIALOG BAHAS PENCEMARAN
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail-terkini.php?id=1301

Pacitan, 26/10 (ANTARA) – DPRD Kabupaten Pacitan menunda rencana dialog antara warga Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan pengusaha pertambangan timah yang beroperasi di Desa Cokrokembang, Selasa besok (27/10).

“Yang pasti bukan di batalkan, tapi hanya ditunda” kata Mawardi, Senin.

Penundaan jadwal dialog secara mendadak itu, kata sekretaris dewan, Mawardi, dikarenakan banyaknya agenda yang harus diselesaikan sebagian besar anggota DPRD hari ini. Di antaranya, menyusun alat kelengkapan Dewan. Sebab, alat kelengkapan yang sudah terbentuk baru komisi-komisi. Sedang badan anggaran, legislasi, musyawarah dan badan kehormatan masih proses. Direncanakan, kelengkapan badan-badan itu tuntas diparipurnakan pada Kamis (29/10).

“Sehingga, Jumat baru bisa mengadakan dialog. Dan penundaan itu sudah disampaikan ke Kepala Desa Cokrokembang” katanya.

Beberapa hari lalu, masyarakat Desa Cokrokembang melalui perwakilannya telah mengadukan para penambang timah di sekitar desanya ke DPRD Kabupaten Pacitan yang intinya mengeluhkan limbah pertambangan yang dituding telah mencemari sungai dan sumber air bersih di Desa Cokrokembang. Keluhan dan laporan itu kemudian direspon positif oleh dewan setempat dengan menjadwalkan dialog dengan pengusaha pertambangan yang sedianya digelar Selasa pagi (27/10), besok. Tapi dengan alasan sibuk, jadwal dialog tiba-tiba diundur hingga Jumat (30/10) mendatang.

Keputusan penundaan yang tidak disertai alasan jelas itu membuat warga Desa Cokrokembang mempertanyakan komitmen keberpihakan dan keseriusan DPRD dalam merespon masalah pencemaran yang terjadi di Desa Cokrokembang.

Padahal, dampak pencemaran telah lama meresahkan warga di sekitar area penambangan. Banyak ikan kali/sungai yang ditemukan mati. Beberapa warga bahkan mulai mengeluhkan kulitnya gatal-gatal setelah mandi atau mencuci di aliran sungai yang tercemar tadi.

“Kejadian ini telah terulang beberapa kali dan ini sudah keterlaluan” kata Hariawan, salah seorang perwakilan warga Desa Cokrokembang.

Ada satu hal lain lagi yang dikeluhkan warga disamping masalah pencemaran. Yakni masalah rusaknya jalan desa akibat lalu-lalang truk pengangkut bahan tambang timah.

Warga meminta ada pertanggungjawaban dari pihak penambang untuk ikut berpartisipasi dalam perawatan ruas jalan desa terutama yang dilewati truk-truk pengangkut bahan tambang tadi. (T.PSO-130)
(T.PSO-130/C/A014/A014) 26-10-2009 18:51:22

Posted by : (ANTARA)
<>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: