Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Nyentrik, Mantan Wakil Bupati Pacitan Berdemo Tunggal

Posted by handayaaji pada September 1, 2010

Nyentrik, Mantan Wakil Bupati Pacitan Berdemo Tunggal
Oleh : Hernawan A. Priyana | 30-Des-2008, 17:43:50 WIB
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&jd=Nyentrik%2C+Mantan+Wakil+ Bupati+Pacitan+Berdemo+Tunggal&dn=20081230151928

KabarIndonesia, Pacitan – Kebijakan Bupati Pacitan Suyono dalam beberapa hal di nilai tidak berpihak kepada publik. Di antaranya, masuknya investor tambang serta dugaan mark up pembebasan lahan mega proyek PLTU.

Kebijakan lainnya yang dinilai melenceng yakni pengelolaan obyek wisata, tambak udang, pembangunan pasar Baleharjo dan alokasi dana bencana alam yang hanya dinikmati oleh kroni. Hal tersebut disuarakan oleh mantan Wakil Bupati Pacitan, Abdul Mu’id Anwar (29/12).

Dengan membawa segepok data-data penyimpangan yang di duga di lakukan oleh Bupati dan Sekda, Abdul Mu’id melakukan demo tunggal ke Kejaksaan Negeri dan Kantor DPRD Pacitan. Di Kejaksaan Negeri, Abdul Mu’id diterima langsung oleh Kajari Pacitan, Wardjiman. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung kurang lebih 1 jam. Setelah bertemu Kajari, Abdul Mu’id langsung melakukan orasi di halaman Kejaksaan Negeri Pacitan.

Dalam orasinya, Abdul Mu’id meminta agar aparat kejaksaan mengungkap tuntas dugaan berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh Bupati dan Sekda. Menurut Mu’id, sebenarnya masyarakat Pacitan sangat berterima kasih atas masuknya para investor ke Pacitan. Namun, semua itu harus sesuai dengan aturan main yang berlaku. Seperti PT GLI, misalnya. Investor yang bergerak di bidang pertambangan tersebut sampai saat ini hanya mengeruk kekayaan ayam yang di miliki Pacitan.

Mega Proyek PLTU Sudimoro tak luput dari sorotannya. Selain pembebasan tanah yang dinilai penuh dengan rekayasa, keberadaan pekerja asing asal Tiongkok di duga tidak memiliki ijin kerja. “Usut tuntas siapa yang mem-backup,” teriaknya lantang.

Selain itu, langkah pemkab Pacitan yang menyerahkan pengelolaan tempat-tempat wisata ke pihak swasta juga disoal. sebab, Pembangunannya yang menggunakan dana APBN, namun retribusinya dinikmati penggarap.

“Ini yang membuat putra terbaik Indonesia kelahiran Pacitan, Presiden SBY “marah”, karena beliau merasa Pacitan digadaikan,” tandasnya.

Masalah tambak udang yang sampai sekarang belum jelas ujung pangkalnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi aparat kejaksaan. Tambak yang menggunakan lahan milik pemerintah daerah tersebut, saat ini dijual kepemilikannya kepada pihak lain. “Hendaknya Kejaksaan mengusut tuntas hal ini,” serunya.

Pembangunan Pasar Baleharjo yang sampai sekarang belum kelar, ternyata rangka atap baja ringan yang semestinya pembelian dilakukan oleh rekanan, namun realisasinya di minta oleh bupati dengan mark up harga sebesar 400 juta rupiah. Sehingga rekanan merasa dirugikan karena harga yang ditunjuk bupati ternyata lebih mahal dari pada harga pasar.

Pasca melakukan orasi di halaman Kejksaan Negeri Pacitan, Abdul Mu’id Anwar melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Pacitan. Di kantor DPRD Mu’id di terima langsung oleh Ketua Dewan Sujono, dan dua orang wakil ketua, Syamsuri Arif dan Abdullah Sadjad. Kali ini ia menyoal penggunaan dana bencana alam dan PAK tahun 2007/2008. Sebab, dana bencana alam sebesar 10 miliar rupiah itu hanya dinikmati oleh kroni-kroninya.

Diakhir orasinya, Abdul Mu’id Anwar menyebut aksi yang dilakukannya itu bukan mengatasnamakan rakyat Pacitan. (*)
<>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: