Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Sungai Tercemar Limbah Pertambangan, Warga di Pacitan Tuntut PT GLI

Posted by handayaaji pada September 1, 2010

Sungai Tercemar Limbah Pertambangan, Warga di Pacitan Tuntut PT GLI Jumat, 30 Oktober 2009 | 17:04 WIB
http://www.surya.co.id/2009/10/30/sungai-tercemar-limbah-pertambangan-warga- di-pacitan-tuntut-pt-gli.html

PACITAN | SURYA Online –
Sungai dan sumber air bersih yang ada di sekitar areal pertambangan timah milik PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) yang ada di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), positif tercemar limbah pertambangan.

Sinyalemen itu secara terbuka disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Pacitan, Bambang Supriyoko, Jumat (30/10), saat menghadiri dialog antara perwakilan warga Desa Cokrokembang dengan manajemen PT GLI yang difasilitasi DPRD di kantor dewan Jalan Ahmad Yani, Kota Pacitan. Menurut Bambang, hasil pengetesan awal menggunakan alat pengukur (tester) kadar PH diketahui, derajat keasaman air sungai yang diduga tercemar cukup tinggi. Berdasar sampel air yang kami ambil menggunakan tester khusus diketahui derajat keasaman air sungai di Desa Cokrokembang telah mencapai angka 3,6. Padahal, skala normal kadar PH yang bisa ditolerir adalah 6,5 sampai 8,5, katanya menerangkan.

Berdasarkan fakta tersebut, tim evaluasi dari KLH Pacitan mensinyalemen kandungan logam berat yang terlarut air sungai yang di antaranya mengalir di Desa Cokrokembang cukup tinggi. Hal itu terukur pada derajat keasaman yang telah melebihi ambang batas normal, yaitu PH 7.
Indikasi awal lain yang juga menjadi tolak ukur pencemaran adalah terjadinya perubahan rona warna air dan batuan di sekitar sungai yang menjadi kekuning-kuningan.

Tapi apakah benar telah terjadi pencemaran atau tidak akibat kegiatan penambangan yang dilakukan PT GLI, saat ini KLH belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil resmi uji laboratorium atas sampel air, tanah, dan batuan yang sedang diteliti oleh badan laboratorium terakreditasi di Yogyakarta dan Surabaya, kata Bambang menegaskan.

Bambang berjanji, dalam 20 hari setelah sampel air, tanah, dan batuan yang telah dikirim ke dua laboratorium tersebut hasil resminya akan segera disampaikan ke masyarakat, termasuk DPRD dan PT GLI.

Dialog yang digelar DPRD Kabupaten Pacitan khusus membahas dugaan pencemaran akibat kegiatan penambangan timah dan batu hitam oleh PT GLI tersebut, merupakan buntut dari rangkaian protes warga Desa Cokrokembang selama beberapa minggu terakhir.
Dalam kesempatan dialog yang juga dihadiri manajer umum PT GLI, Delvis K Irianto, perwakilan warga Desa Cokrokembang dipimpin langsung oleh kepala desanya, Gunadi, menyampaikan tiga tuntutan.

Pertama, terkait kontrak-sewa lahan untuk puskesmas Cokrokembang yang menggunakan tanah bengkok desa, kedua masalah pencemaran air sungai, tanah, dan sumber air bersih dalam tanah yang diduga terdampak oleh buangan limbang pertambangan yang dilakukan PT GLI, dan terakhir masalah kerusakan fasilitas jalan desa akibat lalu-lalang dump truk yang mengangkut bahan tambang milik PT GLI.

Selain itu, warga juga menuntut pada pemerintah melalui instansi terkait, supaya sesegera mungkin mengevaluasi total kondisi air tanah yang ada di Desa Cokrokembang. Sebab, sejak kasus pencemaran kembali terulang dan menyebabkan ribuan ikan di sungai desa mereka mati mendadak pada Minggu (11/10) lalu, warga tak berani lagi mandi di sungai ataupun menggunakan air sumur untuk minum ataupun memasak. Apalagi beberapa warga di Desa Cokrokembang mulai mengeluhkan gatal-gatal pada kulit, setiap menggunakan air sungai ataupun air sumur yang diduga tercemar dan berwarna kekuning-kuningan tersebut.

Sementara ini, warga hanya mengandalkan pasokan air bersih yang dikirim PT GLI dan pemerintah daerah, kata Gunadi.

Dalam kesempatan itu, manajer umum PT GLI, Delvis K Irianto menyatakan, komitmen perusahaannya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai. Sejak menerima laporan mengenai dugaan pencemaran akibat aktivitas pertambangan yang dikelola perusahaannya, Delvis menyatakan, telah melakukan langkah penanganan awal dengan cara memasok kebutuhan air bersih warga sebanyak empat rit (tangki) setiap harinya. Tapi keterangan Delvis yang mengatakan air bersih yang di pasok PT GLI merupakan air PDAM sempat disanggah oleh perwakilan warga yang menyebut bahwa pasokan air yang dikirim ke warga tidaklah memenuhi standar kebersihan dan kualitas air minum.

Air yang dikirim ke Cokrokembang itu adalah air kalen (air sungai) dan bukan air PDAM. Jumlahnya pun tidak sampai empat rit, tapi hanya dua rit, kata Sekretaris Desa Cokrokembang, Helmy.

Khusus terkait dugaan kebocoran pada sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), Delvis berjanji untuk segera membangun lagi dua IPAL. Sebelumnya, perwakilan dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pacitan menyampaikan pada forum dialog tersebut bahwa secara formal kedinasan telah dua kali melayangkan surat teguran ke PT GLI untuk segera memperbaiki kualitas IPAL.

Surat teguran juga pernah dilayangkan Dinas Pertambangan ke PT GLI terkait komitmen perusahaan pertambangan asing ini dalam melakukan rencana, dan tahapan reklamasi area pertambangan sebagaimana diatur dalam Undang-undang lingkungan hidup. ant
Dibaca: 651 kali

<>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: