Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Mengadvokasi Pencemaran, Dikriminalisasi

Posted by handayaaji pada September 3, 2010

PERTAMBANGAN
Mengadvokasi Pencemaran, Dikriminalisasi
Jumat, 3 September 2010 | 04:05 WIB

Jakarta, Kompas – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Handaya Aji mengadukan kasus pencemaran perusahaan tambang di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Selasa (31/8). Sementara Handaya yang menjalankan advokasi justru terancam penjara karena kasus kredit tani pada 1999, kedua perusahaan tambang itu tetap bisa beroperasi tanpa analisis mengenai dampak lingkungan dan instalasi pengolahan air limbah.

Handaya menyatakan, pertambangan sebuah perusahaan tambang asing, PT G, memegang kuasa pertambangan seluas 2,33 hektar di Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, Pacitan. “Sejak 2007, perusahaan tersebut menambang tanpa terlebih dahulu memberikan ganti rugi kepada warga. Penambangan itu mencemari Sungai Tilang,” kata Handaya seusai mengadukan kasus itu di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta.

Semua hasil tambang PT G dikirimkan kepada PT D yang beroperasi di hulu Sungai Grindulu, Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari, Pacitan. “Perusahaan yang disebutkan terakhir mengolah material menjadi emas. Pengolahan itu mencemari Sungai Grindulu, sungai besar di Pacitan,” kata Handaya.

Handaya menyatakan, selain membiarkan kedua perusahaan terus mencemari lingkungan, polisi juga menjerat dirinya dengan kasus penggelapan. Ia menyatakan, pemidanaan dirinya tidak lepas dari upayanya mengadvokasi kasus pencemaran tambang bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta Suparlan menjelaskan, proses advokasi Handaya dan Walhi telah berlangsung sejak 2008.

“Pencemaran yang terjadi di Sungai Grindulu memang berat karena perusahaan pengolahan dibangun di tengah sungai. Dan, tidak pernah ada penindakan terhadap perusahaan tersebut,” ungkap Suparlan saat dihubungi di Yogyakarta.

Komisioner Komnas HAM, Syafruddin Ngulma Simeulue, menyatakan telah menerima pengaduan Handaya. Komnas HAM serius menangani masalah tersebut.

Syafruddin menyatakan, Komnas HAM akan meminta klarifikasi dari Kepolisian Resor Pacitan, Kepolisian Daerah Jawa Timur, dan Markas Besar Polri untuk proses pemidanaan Handaya. (ROW)

Sumber :
http://cetak.kompas.com/read/2010/09/03/04055441/mengadvokasi.pencemaran.dik riminalisasi
<>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: