Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Anggota Dewan Mengadu ke Komnas HAM soal Tambang

Posted by handayaaji pada September 4, 2010

Kamis, 2 September 2010
Anggota Dewan Mengadu ke Komnas HAM soal Tambang

Uyung Sy-PME Indonesia

JAKARTA-Karena merasa diintimidasi dan adanya kriminalisasi pada dirinya, wakil ketua DPRD Pacitan, Handaya Aji mengadu ke KOMNAS HAM. Handaya sendiri mengaku mendapat intimindasi setelah dirinya dianggap vokal karena memimpin warga dalam penolakan keberadaan perusaahaan tambang tembaga PT Gilang Inter Nusa (GLI) dan PT DFMI (perusahaan PMA) di desa Kluwih Kecamatan Tulakan dan Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan.

“Kami berharap KOMNAS HAM memberikan dukungan terhadap kami, karena sudah terjadi pelanggaran HAM, keberadaan masyarakat disekitar tambang diabaikan,” katanya, saat ditemui PME di kantor Jatam sesaat sebelum menuju kantor KOMNAS HAM, Jakarta, Rabu (01/08).

Menurutnya sebagai pihak terdampak masyarakat sekitar telah beberapakali berupaya melakukan penutupan tambang yang tidak memberikan bagi hasil dan dilakukan dengan cara membuat terowongan dibawah tanah milik warga tanpa ijin dari pemilik tanah. Setelah beberapakali hearing pemerintah daerah malah membela penambang yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Entah apa yang ada dibenak aparat pemeritah daerah tersebut, padahal Amdal baru keluar pertengahan 2010 sedangkan perusahaan tambang tersebut sudah beroperasi selama 3 tahun, dalam ijin PT GLI penambangan dilakukan dengan open pit namun kenyataannya penambangan dilakukan dengan penerowongan pada tanah milik sekitar 50 orang warga desa Kluwih tanpa ijin” papar Handaya.

Selain itu menurut Handaya, sesuai dokumen perijinan yang diberikan pada dirinya penambangan dengan cara open pit mining yaitu penambangan terbuka dilakukan dengan dengan peralatan sederhana seperti pacul, pacal, linggis dan lain-lain, namun kenyataannya dilakukan dengan menggunakan lori serta bahan peledak sehingga mengganggu dan membahayakan warga sekitar.

“Warga dan pemilik tanah pernah memblokir akses jalan masuk ke areal pertambangan, tetapi malah diintimindasi, akhirnya penutupan yang berlangsung 3 bulan tersebut dibuka secara paksa oleh Polres yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pacitan waktu itu, AKBP Wahyono dan Kasat Reskrim AKP Sukimin, dan anehnya lagi karena saya dianggap vokal saya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres dengan dugaan penggelapan dana yang terjadi pada tahun 2009 dimana saat itu saya menjabat sebagai ketua kelompok tani damai ” ucapnya.

Sebelumnya Handaya juga melaporkan kedua perusahaan tersebut ke WALHI dan Jatam untuk kasus pencemaran lingkungannya.

Sumber :
Majalah Petroleum Mining & Energy Indonesia
http://www.pme-indonesia.com/news/?catId=4&newsId=2697

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: