Handaya Aji – Yoyok : Pacitan Masa Depan

Membela Masyarakat, untuk Keadilan dan Kebenaran

Awas, Air PDAM Pacitan Diracuni Tambang !

Posted by handayaaji pada September 4, 2010

Awas, Air PDAM Pacitan Diracuni Tambang !

PDAM Pacitan yang selama ini mengambil air baku dari aliran sungai Grindulu, tidak lama lagi terancam mendistribusikan air minum yang tercemar limbah. Pasalnya, Dragon Fly, sebuah perusahaan modal asing yang beroperasi di Pacitan dan mendirikan pabrik pengolahan konsentrat di Arjosari, beroperasi tanpa menggunakan instalasi pengolah limbah (IPAL) dan justru didirikan di bantaran sungai Grindulu, beberapa kilometer di atas aliran air baku PDAM. Pihak Dragon Fly sendiri mengakui dalam surat pernyataan yang ditandatangani Direktur PT. Dragon Fly Mineral Industry Kwantoro Iriyanto tertanggal 12 January 2009.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Walhi perwakilan Yogyakarta, potensi untuk meracuni air sungai tersebut sangat tinggi karena dalam mengolah konsentratnya dipergunakan bahan-bahan yang sangat berbahaya bila masuk ke dalam tubuh manusia. Ini diakui oleh salah satu pengelola pabrik pengolahan konsentrat tersebut, Bapak Eko.

Bahan beracun yang digunakan tersebut adalah Natrium / Sodium Sulfida – Na2S, Seng Sulfat – Zn.SO4 dan Natrium / Sodium Sulfat – Na2SO4. Dalam batas maksimal tertentu, tubuh tidak lagi mentolerir keberadaan zat-zat berbahaya tersebut. Akibatnya, tubuh mengalami gatal, kesehatan menurun, sakit-sakitan, bahkan mengakibatkan kematian.

Dari beberapa literatur tentang prosedur keamanan terhadap bahan-bahan kimia, keberadaan bahan berbahaya tersebut dalam tubuh memiliki memiliki pengaruh buruk.

Natrium Sulfida, bila terkena kulit dapat menimbulkan iritasi, gatal-gatal dan merusak kulit. Bila terkena mata dapat terjadi iritasi hingga mengakibatkan kebutaan. Bila zat ini terpapar ke tubuh dalam waktu lama melalui pernafasan atau pencernaan, dapat merusak paru-paru, sesak nafas, hingga mengakibatkan kematian. Referensi :
http://www.sciencelab.com/msds.php?msdsId=9927604

Seng Sulfat, bila terkena mata dan kulit dapat mengakibatkan iritasi. Sedangkan bila terhirup atau masuk ke dalam pencernaan (melalui makanan atau air), mengakibatkan kram perut, diare, mual, hingga muntaber. Bila terlarut dalam air, zat ini mematikan makhluk hidup yang mengkonsumsinya. Bahkan dari kesimpulan pengaruhnya terhadap lingkungan, bahan ini termasuk klasifikasi yang sangat merusak. Literatur :
http://tmc.co.kr/home/link/Microsoft%20Word%20-%201-2-2-1-13MSDS%20_Zinc%20s ulfate%20Monohydrate_%20english%20.pdf

Natrium Sulfat, dalam pencernaan mengakibatkan gangguan lambung, sakit perut, mual, muntaber dan diare. Zat ini juga mengakibatkan gangguan pernafasan bila terhirup, serta dapat mengakibatkan gangguan pada janin. Literatur : http://www.safewater.org/PDFS/owd/SodiumSulfate.pdf

Dari laporan yang sudah masuk di tahun 2009, sudah ada sumur warga yang tercemar bahan berbahaya ini. Diawali dengan perubahan rasa, hingga setelah tiga bulan tidak lagi layak untuk dikonsumsi. Itu padahal sudah berlangsung tahun lalu. Lantas, bagaimana di tahun ini bahkan tahun-tahun mendatang ? Dapat dipastikan bila aktivitas pengolahan bahan tambang tersebut terus berjalan, baik menggunakan sarana IPAL apalagi tidak, tetap membahayakan makhluk hidup yang menggunakan sumber daya air sungai Grindulu.

Sayangnya, belum ada langkah konkret untuk menghentikan beroperasinya pabrik ini. Diduga kuat karena beroperasinya atas seizin Bupati Sujono dan keeratan hubungan Bupati dengan pengusaha grup Dragon Fly ini. Ini dibuktikan dengan beberapa kerjasama yang ditandatangani di China beberapa waktu silam baik dalam kerjasama pertambangan maupun bidang lain seperti perikanan.

Lantas, bagaimana seharusnya masyarakat Pacitan bersikap, apakah akan diam saja mengetahui air PDAM-nya diracuni dengan izin resmi Bupati ? Semuanya terpulang pada kesadaran masyarakat Pacitan sendiri, sambil mengingat kesulitan suplai air bersih manakala musim kemarau datang seperti saat-saat ini. Efek buruk jangka panjangnya, tentunya yang merasakan adalah masyarakat Pacitan sendiri, bukan pengusaha Dragon Fly, apalagi Bupati.

Muhammad Ari Mukhlason
Pemerhati Lingkungan Pacitan, alumni Institut Teknologi Bandung, asli Tulakan Pacitan
Email / FB : mukhlason@gmail.com
Blog : http://blog.mukhlason.com
Telp : 0818-223-062

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: